SUBHANALLAH !! INILAH 6 TANDA ALLAH SWT MENERIMA SHOLATMU , ALHAMDULILLAH BERSYUKURLAH!
Bismillahirohmanirohim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Syukur alhamdulillah kita bisa berjumpa lagi di channel ini. Sholawat dan salam selalu dan tetap tercurahkan kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
Harapan dan doa saya semoga saudaraku semuanya selalu diberikan kesehatan, dilapangkan rezekinya, diampuni dosa-dosanya, dan dipanjangkan umurnya. Amin ya robbal alamin.
Sholat adalah salah satu dari rukun Islam yang wajib kita lakukan 5 kali sehari. Sholat juga merupakan tiang agama dan menjadi amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat kelak. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya pertama kali yang akan dilihat atau dihisap dari amal seorang hamba pada hari kiamat adalah ibadah salatnya. Bila ibadah salatnya sempurna, maka diterimalah salat dan seluruh amalnya. Apabila ditemukan shalatnya kurang atau tidak baik, maka ditolaklah salatnya dan seluruh amalnya" (hadits riwayat Tabrani).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar" (Surah Al-'Ankabut, ayat 45). Oleh karena itu, ketahuilah bahwa mengingat Allah atau sholat lebih besar keutamaannya dari ibadah yang lain. Allah mengetahui apa yang kita kerjakan.
Mungkin ada yang bertanya, "Mengapa ada orang yang rajin salat namun salatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar? Mulutnya masih saja menceritakan aib orang lain, senang dengan ghibah menggunjing tetangga, bahkan tak segan untuk menghina dan merendahkan saudaranya." Orang tersebut berarti tidak merasakan manfaat salat dalam kehidupannya. Dia tidak merasakan kenikmatan dari salat yang dilakukannya, maka besar kemungkinan salatnya belum diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bahkan ada yang celaka dengan sholatnya, seperti yang terdapat dalam firman Allah, "Maka celakalah bagi orang yang salat, yaitu orang yang lalai dalam salatnya" (Surah Al-Ma'un, ayat 4-5).
Ibadah salat merupakan urusan antara hamba dan penciptanya. Diterima atau tidaknya salat seseorang hanya Allah yang mengetahui. Kita hanya bisa mengetahui ciri-ciri atau tanda-tanda shalat seseorang yang diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sebagaimana dalam Hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bazari dari sahabat Abdullah bin Wahid Al-Harani, sesungguhnya Allah hanya menerima salat seseorang yang bersifat tawadhu karena keagungannya, tidak mencela makhluk-Nya, tidak membiasakan maksiat dan durhaka kepadanya, menghabiskan waktu siangnya untuk berzikir kepada-Nya, mengasihi orang-orang miskin dan Ibnus Sabil, serta kepada janda miskin, dan mengasihi orang-orang yang terkena musibah (dari hadis tersebut).
Terdapat 6 tanda orang yang diterima salatnya
pertama, orang yang tawadhu kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sifat tawadhu dalam salat adalah merendahkan diri dan hati, menyadari bahwa kita hanyalah seorang hamba yang lemah. Walaupun di dunia ini kita mungkin dihormati, namun di hadapan Allah kita hanya seorang hamba yang kecil. Ulama menyatakan bahwa ketika kita berdiri di atas sajadah dan mengangkat tangan untuk takbir, kita sudah meninggalkan dunia dan menghadap Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Kedua, tidak sombong. Sifat tawadhu dalam salat akan menghasilkan rendah hati dalam pergaulan dengan sesama manusia. Kekuasaan dan jabatan tidak membuatnya sombong, karena dia menyadari bahwa semuanya hanyalah amanah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kekayaan bukan untuk memperbudak orang lain, karena dia yakin bahwa hartanya hanya titipan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Pengetahuan tidak membuatnya tinggi hati, karena dia tahu pengetahuannya tidak seberapa dibandingkan dengan ilmu Allah yang Maha Luas. Orang yang diterima salatnya akan merasa dirinya tidak lebih tinggi dari orang lain. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada perasaan sombong, walaupun hanya sebesar debu" (Hadits Riwayat Muslim).
Ketiga, tidak mengulangi maksiat. Sahabat beriman, dalam hidup kita pasti pernah melakukan dosa atau maksiat, entah itu sadari atau tidak, entah itu besar atau kecil. Perlu diingat bahwa kita semua mungkin pernah berbohong, menggunjing, atau menyakiti tetangga, atau memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi. Namun bagi orang yang tidak biasa menjauhi kejahatan dan kemungkaran, sholatnya hanya akan membuat dia semakin jauh dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Orang yang diterima salatnya tidak akan mengulangi dosa-dosanya dan selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Keempat, mengendalikan hawa nafsu. Ketika kita selalu memprioritaskan keinginan pribadi daripada kebutuhan yang sebenarnya, itu menunjukkan bahwa hawa nafsu kita sulit untuk dikendalikan. Orang yang salatnya diterima akan selalu mengutamakan kebutuhan dirinya dan kemaslahatan orang banyak, bukan sekedar menuruti keinginan pribadi.
Kelima, gemar berdzikir. Orang yang diterima salatnya akan cenderung rindu untuk menghadap lagi kepada Allah. Dia selalu menunggu waktu salat selanjutnya dengan hati yang gembira karena kerinduannya. Sehingga dia akan cenderung berdzikir, mengingat Sang Pencipta. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, "Yaitu orang-orang yang beriman, dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Hanya mengingat Allah hati menjadi tentram" (Quran, Surah Ar-Ra'd, Ayat 28).
Keenam, membantu orang yang susah. Sikap dalam sholat yang selalu melihat ke bawah akan tercermin dalam kehidupan orang yang salatnya diterima. Bukan hanya saat di atas atau dalam keadaan mudah, namun juga saat di bawah atau dalam kesulitan, dia selalu melihat ke bawah. Sehingga secara tidak langsung, dia akan memiliki sifat sosial yang sangat tinggi. Dia akan cenderung membantu orang yang lebih susah dari dirinya sehingga dia akan dekat dengan sesama manusia. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Orang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dan dekat dengan surga, sedangkan orang yang bakhil atau pelit jauh dari Allah, jauh dari manusia, dan jauh dari surga."
Salat yang diterima oleh Allah tidak hanya akan berdampak pada dirinya sendiri, bahkan sekelilingnya pun akan terdampak dari pancaran keberkahan yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepadanya. Semoga kita menjadi salah satu yang diterima salatnya. Amin ya robbal alamin.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Comments
Post a Comment