Inilah 6 Ciri-Ciri Orang yang Selalu Dikejar Rezeki, Apakah Anda Termasuk? Maka Bersyukurlah
Inilah 6 ciri-ciri orang yang selalu dikejar rezeki, bersyukurlah jika anda memilikinya.
Setiap orang memiliki garis takdirnya masing-masing, seperti halnya rezeki, jodoh maupun kematian. Tidak bisa dipungkiri bahwa itu semua sudah diatur oleh Allah SWT.
Kita pernah melihat bahwa meskipun sebagian besar orang telah melakukan kerja keras agar mendapatkan rezeki atau kekayaan berlimpah.
Pada kenyataannya masih banyak yang belum mampu mendapatkan selayaknya yang diinginkan.
Di sisi lain, terdapat ciri-ciri orang yang dikejar rezekinya dari manapun asalnya atau disebut sebagai orang yang telah dijamin rezekinya oleh Allah SWT.
Seperti dilansir di Urban-Bekasi.com dari channel Youtube NS BOR CHANNEL, berikut akan dijelaskan mengenai 6 ciri-ciri orang yang selalu dikejar rezeki.
1. Orang yang suka bersedekah
Seperti yang kita tahu, bersedekah merupakan hal terpuji. Karena dengan memberikan sedikit harta dari penghasilan kita secara tidak langsung kita telah membantu banyak orang.
Termasuk doa orang yang teraniaya sangatlah mustajab dihadapan Allah SWT. Apabila kita bersedekah dengan ikhlas maka Allah SWT akan mengganti berlipat-lipat, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Hal ini telah dijelaskan dalam QS AL-Baqarah Ayat 261 :
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ : ٢٦١
"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dikehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui".
Bolehkah kita bersedekah dan berharap ke Allah SWT mengganti sedekah yang kita keluarkan dengan kekayaan di dunia?
Itu boleh-boleh saja selama kita mengharapnya hanya kepada Allah SWT dan bukan mengharap supaya ada seseorang yang memberikan kita kekayaan setelah kita bersedekah, ini yang tidak dianjurkan.
Karena kita sudah berharap kepada sesama makhluk ciptaan Allah SWT, sedangkan Allah SWT telah memerintahkan untuk tidak menggantungkan diri kepada sesama makhluk-Nya yang menandakan kita telah menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu.
2. Orang yang suka bersyukur
Tidak dipungkiri orang yang bersyukur setiap saat baik ketika mendapatkan rezeki yang berupa harta, benda, kesehatan atau bahkan dalam kondisi diuji dengan sakit pun kita bersyukur.
Insya Allah, Allah SWT akan menambah nikmat kita dan dengan kuasanya akan mengangkat penyakit yang ada dalam diri kita.
Dalam QS Ibrahim Ayat 7, Allah SWT berfirman:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ : ٧
"(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras".
Dari ayat diatas telah jelas dijelaskan dikatakan, bahwa barangsiapa yang sering mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, maka Allah akan menambah nikmat untuk kita.
Akan tetapi, jika kita mengingkari nikmat yang diberikan Allah SWT, maka Allah akan mengazab orang tersebut dengan azab yang sangat pedih.
Oleh karena itu, teruslah bersyukur dalam segala kondisi dan lakukan setiap hari. Insya Allah nikmat kita akan terus ditambah oleh Allah SWT, Aamiin.
3. Orang yang sering membaca Al-Quran terutama Surat Al-Waqiah
Surat Al-Waqiah memang dikenal memiliki keutamaan dalam hal mendatangkan rezeki atau nikmat. Dalam Hadits Ibnu Ady disebutkan bahwa:
"Kita sangat dianjurkan untuk mengajarkan surat Al-Waqiah kepada istri (keluarga) dan anak-anak kita, karena surat tersebut merupakan surat yang mampu menderaskan rezeki bagi siapapun yang mengamalkannya". Insya Allah.
4. Orang yang sering beristighfar
Istighfar merupakan salah satu usaha batiniyah kita untuk memohon ampunan kepada Allah SWT segala dosa yang kita perbuat.
Lalu apa hubungannya dengan selalu dikejar rezeki?
Orang yang selalu beristighfar dalam kondisi apapun secara tidak langsung dapat membersihkan hatinya dari segala dosa dan kesalahan.
Ketika hati kita bersih, maka kemungkinan besar rezeki yang diberikan Allah SWT bisa sampai kepada kita.
Dalam QS. Hud: 3, Allah SWT berfirman:
وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗ ۗ وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ : ٣
"Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kesenangan yang baik kepadamu (di dunia) sampai waktu yang telah ditentukan (kematian) dan memberikan pahala-Nya (di akhirat) kepada setiap orang yang beramal saleh. Jika kamu berpaling, sesungguhnya aku takut kamu (akan) ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat)".
Oleh karena itu, marilah kita semua mulai membiasakan untuk terus beristighfar supaya hati kita menjadi bersih dan kita bisa mendapatkan nikmat yang Allah janjikan.
5. Orang yang suka berdoa dan selalu berusaha
Berdoa dan berusaha merupakan satu paket yang tidak bisa dipisahkan ketika kita meminta sesuatu kepada Allah SWT. Karena sangat mustahil orang yang hanya berdoa saja tanpa berusaha akan mampu mendapatkan apa yang diinginkan dalam doanya.
Untuk itu, selain kita berdoa juga berusaha untuk mendapatkan hasil dari doa yang telah kita panjatkan kepada Allah SWT.
Sebagaimana sebuah ungkapan "Man Jadda Wajada' yang artinya "Barang siapa yang bersungguh-sungguh akan menemukan hasil yang diinginkan".
6. Orang yang selalu tawakal kepada Allah SWT
Secara harfiah, tawakal adalah berserah diri dan menyandarkan hati hanya kepada Allah SWT.
Orang yang tawakal merupakan orang yang sangat yakin seyakin-yakinnya bahwasannya, hanya Allah SWT saja yang dapat memberi, memberikan dan mencegah.
Maksudnya adalah memberi manfaat dari apa yang telah diciptakannya, memberikan nikmat kepada setiap manusia dan seluruh jagat seisinya, serta mencegah keburukan yang dilakukan manusia maupun dari syaitan.
Dari Umar Bin Khattab ra Rasulullah SAW pernah bersabda:
"Seandainya kalian sungguh-sungguh bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang". (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan AL hakim)
Dari hadis tersebut sudah sangat jelas dikatakan, bahwa seekor burung saja Allah SWT sudah menjamin rezekinya.
Apalagi kita sebagai manusia yang mau bertawakal hanya kepada Allah SWT, Insya Allah rezeki tidak akan pernah putus diberikan oleh Allah kepada kita.
Comments
Post a Comment